FinansialApakah Anda ingin membeli obligasi Syariah senilai Rp 1 juta? Itulah keuntungannya

Apakah Anda ingin membeli obligasi Syariah senilai Rp 1 juta? Itulah keuntungannya

Hasil gambar untuk Surat Utang Syariah

Hari ini, Departemen Keuangan secara resmi menawarkan Sukuk SR-011 dengan kupon 8,05% per tahun. Kupon tersebut sedikit lebih rendah dari tabungan sukuk ST-003, yaitu 8,15%.

SR-011 memiliki banyak keunggulan dibandingkan ST-003. Apa kelebihannya?

Luky Alfirman, Direktur Jenderal Keuangan dan Manajemen Risiko di Kementerian Keuangan, mengatakan salah satu manfaat dari SR-011 adalah tidak bermoral dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

“Jika bisa diperdagangkan, itu bisa membuat capital gain: jika investor butuh uang, mereka bisa berdagang di sana, itu fungsinya,” katanya, Jumat (3/1/2019) ke DoubleTree Hotel, Cikini, Jakarta Pusat. .

Oleh karena itu SR-011 adalah toko ritel yang ditujukan hanya untuk investor warga negara Indonesia (WNI). Salah satu syarat untuk perdagangan SR-011 adalah hanya dapat dijual kepada investor domestik.

Bahkan jumlah pesanan minimum cukup murah dengan 1 juta rupiah. Nilai maksimum pesanan dibatasi hanya Rp 3 miliar.

“Arah kami adalah untuk benar-benar meningkatkan basis investor domestik,” tambah Luky.

Aset dasar SR-011 juga akan berasal dari kepemilikan negara (BMN) dan Proyek Anggaran Nasional pada 2019. Karena itu, instrumen ini dianggap cukup aman.

SR-011 sendiri dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah dua periode hadiah, yaitu mulai 11 Juni 2019. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan. Jika tanggal pembayaran bukan hari kerja, pembayaran akan dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Tanggal penentuan penjualan pada 26 Maret 2019 dan tanggal penyelesaian pada 28 Maret 2019. Untuk pertama kalinya, kupon dapat dibayarkan pada 10 Mei 2019. Namun, SR-011 tidak dapat dibeli secara online

Kementerian Keuangan juga telah menunjuk 22 agen penjualan yang terdiri dari bank dan perusahaan investasi. Ini termasuk Citibank N.A Indonesia, BRISyariah, BCA, Commonwealth Bank, Bank Danamon Indonesia dan DBS Indonesia.

Kemudian HSBC Indonesia, Bank Mandiri, Maybank Indonesia, Bank Mega, Bank Muamalat, BNI, OCIS NISP, Panin, Bank Permata, BIS, Bank Syari Mandri, BTN, CIMB Niaga, Stamcard Chartered, MNC Sekuritas, Trimegah Securities.

Categories: Finansial

Comments

No Comments Yet. Be the first?

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *